ESDM

Laporan Penolakan PT Enerji Baru Terbarukan terhadap PT Energi Taratak Tempatih

PT Enerji Baru Terbarukan mendapatkan penolakan dimana sebenarnya menurut Kepala Balai TNKS dalam suratnya No. S.447/IV-10/BTK/2016 tanggal 26 Mei 2016 yang menyatakakan dukungan Kepala Balai Besar TNKS terhadap permohonan IUPEA oleh PT. Enerji Baru Terbarukan dan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku dari Meneteri Kehutanan, dan kami juga telah mendapatkan izin dari BKPM, izin Pertek dari kepala Balai, telah disertakan juga oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi yaitu Bapak Ir.

Laporan Permasalahan Reklamasi yang dilakukan PT MNA yang bermasalah dengan Outlet Jawa 7

Berdasarkan permasalahan sebelumnya terkait Jawa 7, terjadi perkembangan situasi setelah dilaksanakan peninjauan lapangan oleh tim teknis Pokja 4. Pada area pembuangan / outlet dari jawa 7, PT MNA telah melakukan reklamasi di area tersebut. Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat pada tanggal 21 April 2016, PT MNA telah sepakat untuk tidak melakuakn rekalamasi dalam pembuatan jetty disekitar area outlet Jawa 7. Namun PT MNA menjelaskan bahwa reklamasi tersebut adalah dalam rangka pengembalian garis pantai. 

Permohonan Perlindungan dan Penyelesaian Masalah atas Pemanfaatan Gas Lapangan BD-Blok Madura Strait, HCML untuk pembangkit Listrik Tenaga Uap/Gas, PT Indonesia Power (PT Parna Raya)

PT Parna Raya dan K3S Husky telah membuat kesepakatan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang tertuang dalam Gas Sales-Purchase Agreement (GSA) pada tanggal 1 Oktober 2007.

Pada tanggal 20 Oktober 2009, PT Parna raya membuat perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Indonesia Power Untuk pemenuhan kebutuhan PLTGU Grati-Pasuruan. Sejalan dengan usulan HCML dengan adanya kenaikan Harga yang disetujui oleh Ditjen Migas dan BP Migas pada tahun 2011 seluruh selisih beban harga harus ditanggung sepenuhnya oleh PT Parna Raya sebesar USD350 juta.

Permohonan bantuan atas penyelesaian klaim pekerjaan tambah-kurang Pengeboran Eksplorasi Kontrak IDS-1 antara PT Dimas Utama dengan Genting Oil Kasuri Pte. Ltd

PT Dimas Utama bergerak di bidang pengeboran telah selama 4 tahun berusaha untuk mendapatkan solusi penyelesaian klaim atas perihal diatas, dengan nilai kontrak USD 23,684,595 yang belum dibayarkan oleh Genting Oil Kasuri Pte Ltd.
Detail lebih lanjut dapat diunduh melalui tautan.

Hyundai Heavy Industries Co. LTD

Respon terhadap Penundaan Penawaran dari RFCC Reaktor Regenarator Procurement dari RDMP Proyek RU V di Balikpapan. ( Surat Terlampir )

Permasalahan Sinomart KTS Development Limited tentang Investasi Terminal Penyimpanan Minyak

Pada Maret 2013. PT Sinomart dan PT. MCT membentuk JV untuk merencanakan investasi sebanyak US$841 juta di dalam pembangunan Petroleum Storage Terminal dengan kapasitas 2.6 juta m3 di Pulau Janda Berhias, Batam, Indonesia. Pembagian sahamnya adalah 95% dan 5%. Dalam perjanjian itu, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Peminjaman Lahan dengan PT. Batam Sentralindo, seluas 75 ha selama 50 tahun.
Hingga saat ini, proyek tersebut masih belum ada perkembangan sama sekali

Diterbitkannya keputusan Gubernur Sulawesi Tengah ttg Penciutan atas Izin Usaha Pertambangan PT. Artha Bumi Mining

Permasalahan terjadi karena adanya tumpang tindih Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Operasi Produksi antara PT.Bintang Delapan Wahana dengan PT. ABM, PT. DIM dan PT. DSMI di Morowali. Berdasarkan hal tersebut maka Gubernur Sulawesi Tengah mengeluarkan Surat Keputusan untuk menciutkan WIUP Operasi Produksi PT. ABM, PT. DIM dan PT. DSIM. (Laporan Resmi Terlampir).

Keberatan PT Intibuana Indah Selaras terhadap Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) tentang Penciutan Wilayah Ijin Usaha Pertambangan

Luas IUP PT Intibuana Indah Selaras diciutkan dari 2980 Ha menjadi 842 Ha oleh SK Gub Kaltara No 188.44/.573/2016. Detail permasalahan dapat dibaca melalui tautan terlampir.

MOU PT. Binatek Energi Terbarukan dengan PT. PLN

1. PT. Binatek/UPC telah menandatangani MOU dengan PLN tentang Pengembangan proyek PLTB di Indonesia pada tanggal 26 Okt 2015 dan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo pada saat kunjungan ke Amerika. 2. PT. Binatek saat ini telah siap untuk melaksanakan pengembangan proyek paket yang pertama sesuai MOU yaitu Sidrap Fase II (60 MW) di Sulawesi Selatan dan Lima Pulau Lainnya yaitu : Ambon, Selayar, Buton, Kupang dan Kei Kecil 3. Pada saat ini pihak PLN menunda pengembangan proyek Sidrap Fase II di Sulawesi Selatan dengan alasan : a. Stabilitas Jaringan yang tidak menentu.

Pages

Subscribe to ESDM