Perindustrian

Masukan dari Indonesia Aircraft Manintenance Services Association (IAMSA)

Menindaklanjuti hasil rapat atau undangan dari Kepala Badan pengjian dan Pengembangan Perdagangan bapak kasan dengan nomor 11/BPPP/UND/10/2017 tertanggal 16 Oktober 2017 dengan mengacu terbitnya Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) VIII tanggal 22 Desember 2015.

Permasalahan PT Indonesia Dhuha Namaskara dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, terakit Penyampaian Amandemen Kontrak Pengembangan Pelabuhan Belawan Tahap 1

Pekerjaan Reklamasi menurut jadwal rencana semestinya sudah dapat dikerjakan setelah selesainya pekerjaan pengerukan sandkey tanggal 7 Jan 2017, namun belum dapat dilaksanakan karena belum siapnya perijinan SIKR dan SIKK Quarry yang merupakan tanggungjawab PT Waskita Karya (Persero) berdasarkan kontrak.

Persiapan untuk memulai pekerjaan reklamasi baru dimulai pada tanggal 12 Jul 2017 sesuai surat PT Waskita Karya (Persero)

Permasalahan Investasi di Kabupaten Kotawaringin Timur

Beberapa Permasalahan yang menghambat dalam upaya peningkatan investasi:
1. Pembangunan fasilitas pelayanan publik dikawasan HP dan HPK
2. Rekomendasi KKOP yang masih diterbitkan Menteri Perhubungan
3. Kawasan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut

Permasalahan Tukar Menukar lahan dan Perpanjangan Izin Lokasi PT Young Tree Industries

Menindaklanjuti surat dari PT Young Tree Industries (PT YTI) Nomor 245/Not-AK/IX/2017 dan laporan kuasa hukum PT Young Tree Industries ke Kantor Kemenko Bidang Perekonomian tanggal 5 Oktober 2017 berkenaan dengan hal tersebut diatas, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Permohonan Fasilitasi terhadap Pemda Cianjur dan BPN Cianjur ( PT Pou Yuen Indonesia)

PT. Pou Yuen Indonesia yang rnerupakan Perusahaan PMA (penanaman Modal Asing) yang bergerak. di bidang Industri Sepatu yang berlokasi di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur yang selama ini telah merekrut 5000 (lima ribu) buruh karyawan dan akan membuka lapangan kerja kepada kurang lebih 30.000 (tiga puluh ribu ribu) buruh karyawan. PT. Pou Yuen Indonesia berada dibawah naungan Pou Chen Group (principal Company) di Indonesia yang juga telah merekrut kurang lebih 100,000 (seratus ribu) karyawan, tersebar di Kabupaten Serang, Kabupaten Sukabumi.

Permasalahan yang disampaikan oleh PT Timur Nusantara

PT. Timur Nusantara ingin mengadukan PT Pelindo III (Persero) Surabaya beserta PT. Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Wangi tentang masalah sebagai berikut:
1. Perjanjian Kerjasama yand diadakan di Bali tanggal 18 Desember 2002
2. Hasil RUPS yang telah diadakan pada tanggal 31 Desember 2003 yang sampai saat ini kami belum mendapat jawaban secara tertulis

Permasalahan yang disampaikan oleh PT Wampu Electric Power (WEP)

PT. Wampu Electric Power (WEP) selaku perusahaan yang bergerak di Bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berlokasi proyek di kawasan Hutan Lindung Desa Rih Tengah, Kabupaten Karo Sumatra Utara. Beberapa Permasalahan yang disampaikan:

Permohonan Penyelesaian Pensertifikatan Tanah Aset PT Kereta Api (Persero) dan Dephan cq TNI AU di Kp Bandan /Muka, Jakarta Utara dan Desa Julang Serang Timur dengan PT Mustika Lodan

Menindaklanjuti surat permohonan kami No. 053/ML/XII/2016 Tgl. 7-12-2016 perihal sebagaimana dimaksud pada pokok surat, Bersama ini perkenankan kami menyampaikan kepada Bapak bahwa berdasarkan hasil pemantauaan kami kedua berkas tersebut diatas sampai saat ini masih berada di Dirjen Penanganan Masalah Agraria utk dibahas kembali dgn Bapak Menteri.

Permasalahan yang disampaikan oleh Mustakim terkait permasalahan hukum yang menimbulkan gangguan usaha di bidang kepariwisataan di Pulau Bintan

1. Tanah yang dibeli dari .masyarakat seluas 108 Ha untuk mengembangkan usaha di bidang pariwisata (pembangunan resort dan perhotelan di kawasan Pulau Bintan).
2. Pembelian tanah dilakukan dengan pinjaman kepada Chairman (pemilik Korindo Group) sebesar Rp. 29 Milyar namun timbul permasalahan dimana Chairman melapor ke Mabes Polri dengan laporan penipuan dan penggelapan dan Kasus sudah di SP3.

Permasalahan yang disampaikan oleh Abu Hasan terkait permasalahan di bidang pertanahan

1. Membeli tanah dari Katidin seluas 1.000 m x 1.100 m dari Katidin dan selanjutnya pada thn 2004 surat tanah tsb dipecah menjadi 50 surat tanah yang dimaksudkan utk pembangunan di bidang pariwisata.
2. Pendafataran Hak Atas Tanah terkendala karena adanya klaim dari beberapa pihak namun setelah melalui proses hukum selesai, proses tidak dilanjutkan.
3. Sampai saat ini, pembangunan terkendala karena proses pendaftaran Hak Atas Tanah tidak mendapat kejelasan dan kepastian dari Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru.

Pages

Subscribe to Perindustrian