Permasalahan Pendapat & Langkah KL Respon Kebijakan Target Penanggung Jawab
Permasalahan yang disampaikan PT Pelindo IV (Pengembangan Pelabuhan Ternate)

Pengembangan Pelabuhan Ternate oleh Pelindo IV, dengan total investasi 100 M Rupiah, targer selesai Desember 2017

Permasalahan:
RIP dari Kemenhub

Thursday, 5 April, 2018 galih
Permasalahan yang disampaikan Pelindo IV (Pengembangan pelabuhan Tarakan)

Pengembangan Pelabuhan Tarakan oleh Pelindo IV, dengan total investasi 130 M Rupiah, targer selesai Desember 2017

Permasalahan:
RIP dari kemenhub

Thursday, 5 April, 2018 galih
Permasalahan yang disampaikan PT Pelindo IV (Pengembangan pelabuhan Bitung)

Pengembangan pelabuhan Bitung oleh Pelindo IV, dengan total investasi 465 M Rupiah, targer selesai Desember 2018

Permasalahan:
RIP dari Kemenhub

Thursday, 5 April, 2018 galih
Permasalahan yang disampaikan PT Pelindo IV (pengembangan pelabuhan Kendari)

Pengembangan pelabuhan Ambon oleh Pelindo IV dengan total investasi 635 Rupiah, target selesai Desember 2018

Permasalahan:
RIP, ijin pengembangan pelabuhan dan reklamasi dari Kemenhub

Thursday, 5 April, 2018 ahmad_luthfie
Permasalahan yang disampaikan PT Pelindo IV (pengembangan pelabuhan ambon)

Pengembangan pelabuhan ambon oleh Pelindo IV, total investasi 100 M Rupiah, targer selesai Desember 2017

Permasalahan:
RIP dari Kemenhub

Thursday, 5 April, 2018 ahmad_luthfie
Permasalahan yang disampaikan PT Pelindo II (Pengembangan Barat Pelabuhan Sorong (Seget)

Pengembangan pelabuhan Sorong (Seget) oleh Pelindo II. Total Investasi 247,85 M Rupiah.

Permasalahan:
RIP dari Kemenhub

Wednesday, 4 April, 2018 ahmad_luthfie
Permasalahan yang disampaikan Pelindo II (Pengembangan Terminal dan Inland Waterways Cikarang Bekasi Laut (CBL)

Pengembangan terminal dan inland Waterways CBL oleh Pelindo II.
Total investasi 3,41 T Rupiah.
arget selesai 2021.

Permasalahan:
1.Kemenkeu ijin untuk memakai BMN
2.PUPERA dukungan untuk ijin pemanfaatan sepdan kanal
3.RIP dari Kemenhub

Wednesday, 4 April, 2018 ahmad_luthfie
Permasalahan yang disampaikan PT Adhi Karya (light Rail Transit)

PT. ADHI Karya ditugaskan pemerintah untuk membangun prasarana kereta api ringan/LRT terintegrasi untuk lintas pelayanan Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Cawang-Bekasi Timur, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Cibubur-Bogor, Palmerah-Grogol, dan lin

Permasalahan:
1. Penetapan Lokasi DKI Jakarta: Proses ini sudah dimulai dari 15 Oktober 2015. Sebelum ada surat Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) maka Izin Mendirikan Bangunan (IMB) LRT belum bisa dikeluarkan.
2. Penetapan Lokasi Jawa Barat: Proses ini sudah dimulai dari 15 Oktober 2015. Sebelum ada surat Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) maka Izin Mendirikan Bangunan (IMB) LRT belum bisa dikeluarkan.

Progres:
1. Penetapan Lokasi DKI Jakarta: Telah dilakukan rapat oleh Pemprov DKI Jakarta Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang dan Pertanahan pada tanggal 8 Agustus 2017 kepada ADHI perihal pemaparan Alignment LRT Koridor 1, 2 dan 3.
2. Penetapan Lokasi Jawa Barat: Telah dilakukan rapat oleh SetDa Pemprov Jawa Barat pada tanggal 07 Agustus 2017 perihal Pembahasan Persiapan Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan LRT Jabodebek Tahap 1 yang dihadiri oleh DJKA, ADHI, dan perangkat daerah terkait

Wednesday, 4 April, 2018 ahmad_luthfie
Permasalahan yang disampaikan PT Pertamina Cilacap (Proyek Kilang RDMP Cilacap)

Proyek pembangunan kilang eksisting ini akan meningkatkan kapasitas dari 348 kbpd dengan kualitas Euro II menjadi 400 kbpd dengan kualitas Euro V.
PT Pertamina membentuk JV Company dengan Saudi Aramco untuk mengelola proyek ini.

Permasalahan:
1. Pemanfaatan lahan TNI belum mendapatkan persetujuan.
2. Nilai aset inbreng belum disepakati dan persetujuan untuk inbreng aset belum diperoleh.

Progres:
1. Pertamina dalam proses koordinasi dengan TNI untuk pemanfaatan lahan dengan skema sewa.
2. Pertamina akan berkoordinasi dengan Saudi Aramco tentang nilai aset inbreng.

Wednesday, 4 April, 2018 ahmad_luthfie
Permasalahan yang disampaikan PT Pertamina Tuban (Proyek Kilang Tuban)

Proyek pembangunan kilang baru ini akan menghasilkan 300 kbpd BBM dengan kualitas Euro V
Permasalahan:
Mitra strategis (Rosneft) menghendaki tidak adanya komponen Pembagian Keuntungan dalam Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) lahan KLHK.
Progres:
Pendirian JV Company dengan Rosneft, ditargetkan pertengahan 2017. Pertamina sedang melakukan negosiasi terhadap perjanjian KSP yang diusulkan oleh KLHK dan DJKN.

Wednesday, 4 April, 2018 ahmad_luthfie

Pages

Subscribe to Front page feed