Perindustrian

Permasalahan CPC dan PT. Pertamina terkait Indonesia Petrochemical Park

Kronologis Permasalahan CPC dan PT. Pertamina terkait Indonesia Petrochemical Park :
1. Tanggal 11 Oktober 2018 Dirut CPC Mr. Tai Chein dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati menandatangani Indonesia Petrochemical Park Framework Agreement. Ruang lingkup perjanjian mencakup naphtha cracker dengan kapasitas ethylene 1 juta ton/tahun dan petrochemical downstream plants

Permasalahan PT Citra Raksa Inti Usaha terkait kerjasama investasi dengan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT. JIEP)

PT. Citra Raksa Inti Usaha (PT. C-RIUS) merupakan investor/operator Electronic Gate (e-gate) Kawasan Industri Pulogadung (KIP).
PT. C-RIUS telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. JIEP untuk membangun electronic gate (e-gate) akses keluar – masuk kendaraan KIP dengan menggunakan e-gate berbasis TI pada tanggal 27 Februari 2015.

Permasalahan PT EDMI Manufacturing Indonesia dengan PT PLN (Persero) terkait dengan Proses Procurement Two Way kWh Meter

PT EDMI Indonesia dan PT EDMI Manufacturing Indonesia merupakan salah satu anak perusahaan EDMI Ltd Singapura dan grup dari Osaki Jepang, yang beroperasi di Indonesia sejak 2010 dengan pabrik dan R&D yang mulai beroperasi di 2013 berlokasi di Cikrang yang memproduksi kWh Meter Listrik.

Permasalahan antara PT. Post Energy Indonesia (PT Sadikun Niagamas Raya) dengan PT Bumi Anugerah Makmur (Artha Industrial Hill)

1. PT Sadikun Niagamas Raya mermiliki perjanjian dengan PT Trans Heksa Karawang untuk pemasangan pipa gas di wilayah PT Trans Heksa Karawang
2. Bahwa saat ini Artha Industrial Hill (dikelola PT Bumi Anugerah makmur)berdasarkan Surat pernyataan PT Sadikun tanggal 14 Desember 2018 ingin mengambil pipa gas yang telah dipasang PT Sadikun Niagamas Raya di Trans Heksa Karawang dengan harga 1 Milyar Rupiah

Permasalahan PT. Griya Pangandaran Elok terkait permohonan perpanjangan SHGB No.1/Pangandaran

1.Berdasarkan Keputusan Kepala BPN No. 24/HGB/BPN/92 tanggal 16 Januari 1992 telah diberikan HGB dalam jangka waktu 20 tahun kepada PT. Relasindo Citragraha (berakhir 16 Januari 2012)
2. PT. Relasindo Citragraha mengalihkan hak atas tanah kepada PT. Griya Pangandaran Elok berdasarkan Akta Jual Beli 22 Desember 1997 No. 153/81/PND/1997 di Ciamis.

Permasalahan Vinmar Overseas, LTD., (yang diwakili oleh Tony Budidjaja, SH., LL.M., FCIArb.) terkait kerjasama jual beli biodiesel dengan PT. Sumi Asih

Permasalahan Vinmar Overseas, LTD., (yang diwakili oleh Tony Budidjaja, SH., LL.M., FCIArb.) terkait kerjasama jual beli biodiesel dengan PT. Sumi Asih
Arbitrase telah menyatakan bahwa Sumi Asih wanprestasi dan diperintahkan membayar 6 juta USD. Selanjutnya proses eksekusi di pengadilan Indonesia dilaksanakan oleh PN Jakpus dan diserahkan kepada PN Bekasi.
Sampai dengan saat ini selama 8 tahun proses eksekusi belum dapat dilaksanakan dengan berbagai macam alasan.

Permasalahan PT Repal Internasional Indonesia tentang akses sampah plastik di Indonesia khususnya daerah Jawa

PT Repal Internasional Indonesia mendirikan pabrik di Pasuruan pada 2017 dengan 121 karyawan (116 ada di Pasuruan). Bisnis perusahaan adalah menggunakan plastik sampah campuran dan mendaur ulang menjadi palet yang dapat digunakan untuk gudang logistik domestik, pabrik dan rantai pasokan bisnis serta ekspor Indonesia. Klien adalah Unilever, Nestle, Indofood, Indo Rayat, Givaudan, Dynaplast, Rapid Plast

Permasalahan PT Parc Development tentang hambatan investasi dan aktivitas perusahaan

PT Parc Development sebagai pemilik tanah yang berlokasi di Jalan Inspeksi Cakung Drain RT 003 RW 005 Kel Rorotan Kec Cilincing Jakut seluas 23.706 m2 (2,4 Ha) tidak dapat melakukan aktivitas perusahaan karena di lokasi tersebut dibangun pabrik hotmix/ready mix/batching plant oleh PT PAN United/PAN United Concrete (PMA Singapura)

Pembangunan Pabrik PT PAN United/PAN United Concrete diindikasikan tidak disertai dasar kepemilikan lahan yang sah dan IMB

Permasalahan yang disampaikan oleh Sekda Brebes terkait pengurusan pengajuan sertifikat HGU/HGB PT. Daehan Global (PMA)

PT. Daehan Global akan mendirikan pabrik sepatu di Kab. Brebes dengan areal yang dimohonkan seluas 20 HA yang berada dalam 2 lokasi yaitu :
1. 8,7 Ha merupakan kawasan peruntukan industri (sudah terbit IMB oleh DPMPTSP Kab. Brebes)
2. 11,3 Ha merupakan kawasan peruntukan industri dan pertanian lahan basah sehingga sesuai ketentuan PT Daehan Global menyiapkan lahan pengganti yang mekanismenya sesuai ketentuan dan mendapatkan rekomendasi BKPRD Kab. Brebes

Permasalahan IISIA terkait proyek Patimban

Kronologis Permasalahan IISIA terkait produk Dalam Negeri untuk Project Patimban :
Terkait Proyek Pelabuhan Patimban Subang Jabar dengan nilai investasi 17,2 trilyun menggunakan Pinjaman dari Luar Negeri Jepang sebesar 14,2 trilyun dan membutuhkan produk pipa pancang baja 1,3 trilyun
Secara prinsip Industri pipa Baja Dalam Negeri memiliki kapasitas dan kapabiitas untuk mensuplai 100% kebutuhan pipa baja untuk Proyek Pelabuhan Patimban Subang Jabar dalam hal aspek kualitas, jadwal pengiriman, dan pemenuhan persyaratan proyek tersebut
Pokok Permasalahan :

Pages

Subscribe to Perindustrian